Tenang Dengan Dzikrulloh
Tenang Dengan Dzikrulloh
Alhamdulillah. Segala puji hanya milik
Alloh Swt. Mudah-mudahan kita termasuk orang-orang yang diberikan
sakinah, ketenangan hati, meski bagaimanapun babak hidup yang sedang
kita hadapi. Sholawat dan salam semoga selalu tercurah kepada baginda
nabi Muhammad Saw.
Banyak orang mencari ketenangan dengan
berbagai macam cara. Ada yang membeli vila mewah di pegunungan. Ada yang
liburan ke tempat-tempat terpencil. Ada yang mengumpul-ngumpulkan harta
kekayaan karena mengira semua itu bisa membuatnya tenang di hari tua,
dan berbagai cara lainnya.
Padahal, Alloh Swt. berfirman, “Dia-lah
yang telah menurunkan sakinah (ketenangan) ke dalam hati orang-orang
mukmin supaya keimanan mereka bertambah di samping keimanan mereka (yang
telah ada). dan kepunyaan Alloh-lah tentara langit dan bumi dan adalah
Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.” (QS. Al Fath [48] : 4)
Sesungguhnya hanya Alloh yang kuasa
menghadirkan rasa tenang di dalam hati setiap hamba-Nya. Sekeras apapun
manusia “membeli” ketenangan dengan hartanya, jika Alloh tidak
menghendaki, maka ketenangan itu tidak akan pernah hadir. Maka tidak
heran kalau ada orang yang sudah kaya raya, tapi tetap saja gelisah. Ada
orang yang sudah berlibur kemana-mana, tetap saja tidak memperoleh
ketenangan.
Mengapa? Itu karena ketenangan bukan
pada berapa jumlah aset, berapa saldo di rekening, bukan pada tempat,
melainkan pada hati. Dan, hanya Alloh yang kuasa menghadirkannya di
dalam hati kita. Karena Alloh yang menciptakan hati kita dan hanya
Alloh yang kuasa membolak-balik hati kita.
Bagaimana sakinah bisa datang? Allah Swt. berfirman, “..Ingatlah, hanya dengan mengingati Alloh-lah hati menjadi tenteram.” (QS. Ar Ro’du [13] : 28)
Oleh karena itu, marilah kita senantiasa
mengingat Alloh dalam setiap keadaan kita, saat sempit, saat lapang,
saat susah, saat senang. Saat diam maupun saat bekerja. Dalam lisan
maupun perbuatan. Semoga kita termasuk hamba-hamba Alloh yang beruntung
karena diberi ketenangan oleh-Nya. Aamiin yaa Robbal ‘aalamiin.
Oleh : KH. Abdullah Gymnastiar
Komentar
Posting Komentar